Sebenarnya ada dua hal yang bisa membantu menyelesaikan permasalahan transportasi darat di Indonesia. Karena saat ini permasalahan ini sudah menumpuk dan diperlukan sebuah jalan keluar untuk mengatasinya.
Djoko Stidjowarno, seorang Pengamat Transportasi menyampaikan bahwa hal yang pertama yang perlu dilakukan adalah revitalisasi transportasi kedepannya untuk jangka waktu lima tahun. Penggunaanya yaitu dengan mengadakan bis transit bagi 200 kota karena saat ini baru 17 dari kurang lebih 550 kota.
Selanjutnya, langkah kedua yaitu melakukan peninjauan terhadap kebijakan sepeda motor saat ini. Dengan melakukan penurunan terhadap kapasitas mesin motor dibawah dari 100 cc, membuat area wilayah tertentu untuk beroperasinya dan tidak ada uang muka untuk pembeliannya.
Kemacetan yang ada saat ini turut mengganggu permasalahan transportasi ini. Kemacetan juga membuat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) boros. Karena akses pada angkutan umum yang terbatas maka hal ini turut memberikan kontribusi pada tingkat kemacetan saat ini. Hal ini disebabkan karena hampir sekitar 95 persen kendaraan tranportasi public sudah tidak layak digunakan atau beroperasi.
Djoko berpendapat itu karena disebabkan oleh pemerintah sebelumnya yang memberikan kemudahan dalam memiliki kendaraan pribadi dan adanya kompromi yang terlalu dekat dengan pihak industry otomotif di negeri ini.
Dia pun menambahkan, perlu adanya kerja sama yang baik dari Bappenas, Bank Indonesia , Menteri Dalam Negeri, Menteri Perhubungan, dan Menteri Perindustrian.

One Thought on “Ada 2 Cara Yang Bisa Memperbaiki Keadaan Tranportasi Darat di Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *